Aku membuka mataku dalam kegelapan total. Kegelapan...dan rasa sakit. Aku mendorong ke atas dengan tanganku, dan sesuatu yang keras dan tajam—kaca?—jatuh dari jari-jariku. Mataku menyesuaikan dengan lambat, dan aku bisa melihat interior mobil Brent yang hancur. Aku memuta...
Read moreHANNAH “Aku benar-benar berpikir sebaiknya kau menyanyikan nada terakhir itu dalam E mayor,” Cass bersikeras. Dia seperti rekaman rusak, melemparkan sugesti tak masuk akal yang sama setiap kali kami selesai menjalankan duet kami. &n...
Read moreAku berusaha terlihat tenang, meskipun saat ini aku sangat ingin sekali mencolok kedua matanya. Mata itu dengan sangat kurang ajarnya menulusuri tubuhku yang masih terendam di dalam bak mandi. Untungnya masih ada busa yang menghalangi tubuhku dari tatapan kelaparan vampir...
Read moreCover by Alya Feliz "Siapa nama lengkapmu?" Alih-alih bertanya apakah yang diceritakan oleh wanita itu benar, Aster justru menanyakan nama lengkap Eliana. Pikirannya benar-benar kacau saat ini. "Fiorenza Eliana Morales," jawab Eliana sambil mengamati keponakannya. Me...
Read moreJumat malam di Haven. Waktunya pesta. Atau, waktunya pertandingan. Suara gemuruh penonton memenuhi telingaku saat semua orang di sekelilingku berdiri sambil bersorak. Para pemain football menghambur melewati tanda raksasa “Murder Mayville!”, merobek dan mencabik-cabik k...
Read moreTeman-teman sekamarku sangat mabuk saat aku berjalan ke ruang tamu setelah kelompok belajar. Meja kopi diluapi dengan kaleng-kaleng bir kosong, bersama dengan botol Jack yang hampir habis yang kutahu punya Logan karena dia berlangganan filosofi bir untuk kewanitaan. Kata-ka...
Read moreCover by Alya Feliz "Pagi, Diana," sapa Aster begitu sampai di ruang makan. Tak dilihatnya Ester dimanapun, begitu juga dengan Marc dan Tuan Ivan Garcia. Baru dua hari ia berada di rumah ini dan mereka semua memperlakukannya seperti keluarga. Hal yang membuatya terharu seka...
Read more“Kau tahu dimana mereka,” kata ayahku. Kami sedang berada di rumah, di beranda, dan matahari terletak di hutan belakang rumah. Warnanya yang kabur tampak seperti lintasan darah di langit. Aku mengangguk. Aku punya benjolan sebesar telur angsa besar di belakang kepala...
Read more
THE BETTER TO BITE BY CYNTHIA - BAB 5
May 24, 20152comments
Categories
- Agama (2)
- Artikel (5)
- Cerita Fiksi (34)
- Dacros (4)
- Hukum Islam (1)
- Internet (8)
- Kesehatan (2)
- Lainnya (3)
- Ride (9)
- Sang Waktu (12)
- Terjemahan (18)
- The Better To Bite (5)
- The Deal (4)
- Tutorial (5)
- WiFi (2)